MCSR.COM, Tasikmalaya — Proyek pembangunan infrastruktur Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dikeluhkan warga. Aliran air menuju kolam ikan diduga terputus hingga menyebabkan ikan milik warga mati.
Warga yang mengadu ke Posko Saung Rakyat mengaku kolamnya selama ini tidak pernah kekurangan air, termasuk saat musim kemarau. Namun, setelah proyek berjalan, pasokan air tiba-tiba berhenti.
Ketua Saung Rakyat, Dadan Jaenudin, mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan serupa dari masyarakat yang berada di jalur aliran air tersebut.
Warga juga mempertanyakan minimnya sosialisasi sebelum proyek dimulai. Menurut Dadan, masyarakat tidak dilibatkan dalam forum musyawarah dan hanya menerima pemberitahuan berupa fotokopi.
- “Seharusnya masyarakat diajak bermusyawarah agar mengetahui dampak pekerjaan dan kondisi yang akan terjadi di lapangan,” ujar Dadan, Senin (7/9/2026).
Dadan mengatakan pihak BBWS menyebut pekerjaan dilakukan secara swakelola. Namun, Saung Rakyat menilai alasan tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terdampak.
Saung Rakyat meminta dilakukan pengecekan langsung untuk memastikan penyebab terputusnya aliran air dan menghitung kerugian warga.
- “Kami tidak ingin persoalan ini saling lempar tanggung jawab. Kalau terbukti ada masyarakat yang dirugikan, harus ada penyelesaian yang adil,” tegas Dadan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS masih diperlukan klarifikasinya terkait terputusnya aliran air, proses sosialisasi, serta penanganan dugaan kerugian warga.
MCSR.COM akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut.


